TARAKAN – Ujian Tasmi’ Al-Qur’an di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan (SMP MUDA) menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hafalan. Melalui Ujian Tasmi’ Tahap 1 edisi September yang digelar Sabtu (12/9/2026), siswa juga belajar membangun keberanian, konsentrasi dan ketenangan saat tampil di hadapan penguji.

Dalam pelaksanaannya, siswa menyetorkan hafalan Al-Qur’an secara langsung. Situasi tersebut membuat peserta harus mampu menjaga konsentrasi meski menghadapi tekanan dan rasa gugup selama proses ujian.

Pengalaman itu dirasakan Azzam, siswa kelas 9. Ia mengaku sempat merasa sangat tegang hingga beberapa ayat yang sebelumnya telah dipelajari justru terlupa ketika ujian berlangsung.

“Saya sempat deg-degan banget. Ada beberapa ayat yang saya lupa dan harus dibantu Ustadzah,” ungkap Azzam.

Menurut Azzam, dirinya telah mempersiapkan hafalan selama satu pekan sebelum ujian. Namun, pengalaman tampil secara langsung memberikan tantangan berbeda dibandingkan saat mengulang hafalan dalam kondisi yang lebih tenang.

Guru penyimak, Ustadz Ilham, menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari proses yang perlu dilalui siswa. Ia mengatakan kemampuan hafalan peserta secara umum sudah cukup lancar, meski masih membutuhkan penguatan melalui murojaah secara rutin.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bangga. Secara umum hafalan mereka sudah cukup lancar,” kata Ilham.

Selain menjaga hafalan, Ilham berpesan agar siswa tidak cepat merasa cukup dengan pencapaian yang telah diraih. Ia meminta para peserta terus mengulang hafalan sekaligus berusaha mengamalkan kandungan ayat Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan Ujian Tasmi’ Tahap 1 ini selanjutnya akan dilanjutkan dengan Tahap 2 yang dijadwalkan pada pekan berikutnya. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menjaga hafalan sekaligus membangun kebiasaan belajar Al-Qur’an yang konsisten pada siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *