TARAKAN – Sebuah wejangan yang penuh makna dan inspirasi disampaikan oleh Ketua Komite SMP Muhammadiyah 2 (SMP MUDA) Tarakan, Santi Sardi, di hadapan seluruh siswa dalam kegiatan bertajuk “Guru Tamu” yang dilaksanakan pada Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia tidak hanya berbicara soal prestasi akademis, melainkan lebih menekankan tentang pentingnya membentuk karakter diri menjadi anak yang berbudi luhur.
Dalam sambutannya, Santi Sardi menyampaikan pesan yang sangat menggugah perihal definisi sesungguhnya dari seorang “Juara.” Ia mengingatkan bahwa menjadi juara kelas secara akademis memang hebat, tetapi jauh lebih hebat lagi jika seorang anak bisa menjadi juara di hati orang tua.
“Juara satu di kelas itu hanya ada satu. Juara dua dan tiga juga cuma ada satu. Tapi, kalau kamu sudah menjadi anak yang baik di sekolah, maka kalian semua adalah juara satu di hati orang tua!” seru Santi Sardi, yang langsung disambut dengan riuh tepuk tangan dari seluruh siswa.
Tidak berhenti di situ, Santi juga menyinggung tentang pentingnya merespons perhatian dan arahan dari orang tua, terutama dalam hal ibadah. Ia memberikan pandangan yang mendalam bahwa teguran orang tua terkait salat bukanlah bentuk pengekangan, melainkan bentuk cinta kasih yang tulus.
Menurutnya, jika ada orang tua atau guru yang senantiasa mengingatkan anak-anak untuk mendirikan salat, itu adalah pertanda bahwa mereka tidak ingin masuk surga sendirian.
“Orang tua yang selalu mengingatkan kita salat, itu tandanya mereka ingin menuntun kita sama-sama masuk surganya Allah. Kalian siap kan masuk surga bersama orang tua kalian?” tanyanya kepada para siswa, yang serempak dijawab dengan antusias. Hafalan Al-Qur’an yang dimiliki oleh siswa juga ditekankan sebagai modal berharga yang kelak akan menuntun langkah orang tua menuju surga.
Selain urusan spiritual, Santi Sardi juga menekankan pentingnya membangun kemandirian melalui kebiasaan sehari-hari di rumah. Ia mendorong para siswa, khususnya siswi perempuan, untuk mengambil peran aktif dalam membantu pekerjaan rumah tangga yang kecil namun konsisten.
“Lakukan pekerjaan-pekerjaan kecil di rumah tapi konsisten. Contoh anak perempuan mengambil peran mencuci piring, tapi jangan nyuci piringnya hari ini nyuci, besok enggak, seminggu lagi baru nyuci. Belajar yang konsisten,” pesannya.
Di penghujung arahannya, Santi membagikan kisah sukses dari para alumni SMP MUDA Tarakan yang kini telah menjadi orang hebat karena memiliki target pendidikan yang jelas sejak dini. Ia berpesan agar para siswa memiliki target dalam hidup dan rajin memupuk kebaikan.
“Jadilah anak yang bermanfaat. Tanamkan pada diri kalian bahwa saya lahir di muka bumi ini untuk membawa kebaikan dan kemaslahatan. Sekecil apa pun kebaikan yang kita buat pada hari ini, percayalah pantulan kebaikan itu akan kembali kepada kita,” tutup Santi Sardi dengan penuh harap.