TARAKAN – Guna membentengi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat terlarang, SMP Muhammadiyah 2 (SMP MUDA) Tarakan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini disambut dengan antusiasme luar biasa dari para siswa.
Dalam pemaparannya, Penyuluh Narkoba BNN Kota Tarakan, Mia Alisha, mengedukasi siswa mengenai berbagai jenis narkotika gaya baru yang kerap mengecoh. Salah satunya adalah jenis LSD yang bentuknya didesain menyerupai permen kertas. Selain itu, Mia juga membeberkan bahaya zat adiktif yang rentan menyasar remaja, seperti aktivitas menghirup lem (“ngelem”) yang bisa berakibat fatal pada kejang hingga koma.
Hal yang paling menghentak kesadaran siswa adalah ketika Mia memperlihatkan perbandingan otak sehat dengan otak pecandu narkoba yang menjadi bolong-bolong dan rusak secara permanen.
“Hanya ada tiga pilihan bagi pecandu narkoba: rehabilitasi, penjara, atau mati,” tegas Mia Alisha. Ia juga menekankan bahwa BNN menyediakan fasilitas rehabilitasi secara gratis tanpa diproses hukum bagi para pemakai yang dengan sukarela ingin disembuhkan.
Kegiatan edukasi ini sama sekali tidak berjalan satu arah. Para siswa SMP MUDA Tarakan menunjukkan antusiasme tinggi dan pemikiran yang kritis dengan memberondong Mia melalui berbagai pertanyaan langsung pada sesi tanya jawab.
Beberapa pertanyaan kritis yang dilontarkan siswa di antaranya:
- Fajar (Kelas 9A) bertanya mengenai cara menghadapi orang yang ngeyel dan berdalih dengan mitos bahwa rokok tidak membahayakan.
- Nada (Kelas 9C) bertanya apakah pihak BNN rutin melakukan patroli di tempat-tempat tersembunyi yang kerap digunakan untuk “ngelem”.
- Amelia (Kelas 8D) dengan kritis mempertanyakan sejarah awal mula mengapa narkotika diciptakan jika pada akhirnya membahayakan.
- Bintang turut berdiskusi mengenai alasan mengapa tanaman ganja dilarang dan apa saja zat yang memicu kecanduan.
Seluruh pertanyaan tersebut dijawab dengan lugas oleh sang penyuluh. Sebagai langkah pencegahan, Mia berpesan agar para pelajar selalu berani menolak tawaran narkoba dan menyibukkan diri dengan aktivitas positif, seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seperti Tapak Suci atau aktif menjadi remaja masjid.
Acara sosialisasi ini kemudian ditutup dengan gemuruh sorakan yel-yel seluruh siswa yang menggema di ruangan: “SMP Muhammadiyah 2, Berani Tolak Narkoba!”.

