TARAKAN – Memasuki lingkungan sekolah baru seringkali menjadi momen yang mendebarkan bagi peserta didik. Namun, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 2 (SMP Muda) Tarakan menyulap momen transisi ini menjadi langkah awal yang hangat dan menyenangkan lewat pembukaan Forum Ta’aruf dan Orientasi (FORTASI).


Diikuti oleh 81 siswa, Laki-laki 29 orang, Perempuan 43 orang, siswa 9 orang lainnya siswa yang belum mengikuti fortasi tahun sebelumnya. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar rutinitas pengenalan awal tahun, melainkan pondasi untuk mencetak generasi yang bahagia dan berkarakter kuat.


Kepala SMP Muhammadiyah 2 Tarakan, Juanda, dalam sambutan hangatnya menekankan pentingnya kenyamanan psikologis siswa. Ia menyoroti sebuah pemandangan unik di lapangan: para peserta didik baru yang mengenakan nametag (papan nama) berukuran besar.


“Kehadiran anak-anakku di sini sudah tergariskan. Penggunaan nametag besar ini tujuannya satu: agar kalian saling kenal. Maksimal dua hari, semuanya sudah harus saling mengenal. Fase FORTASI ini harapannya bisa membuat seluruh siswa bahagia dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua mereka,” ungkap Juan sapaan akrabnya.


Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa masa transisi dari jenjang Sekolah Dasar menuju SMP membutuhkan pondasi mental yang kokoh. FORTASI menjadi jembatan agar siswa saling menguatkan dalam proses belajar sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap sekolah.



Tidak hanya pengenalan lingkungan, SMP Muda Tarakan juga telah menyiapkan program pembiasaan untuk melatih kepercayaan diri dan spiritualitas siswa. Anak-anak akan diajarkan keberanian berbicara di depan umum melalui program Kultum setiap selesai shalat dzuhur, serta penanaman kedisiplinan lewat pembiasaan shalat Dhuha.

“Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah penguatan karakter. Perlu diingat, akan ada sertifikat yang dibagikan dan ini menjadi syarat kelulusan dari sekolah nantinya. Buktinya, ada siswa tahun lalu yang belum lulus FORTASI, dan sekarang mereka harus ikut kembali,” tegas Juan, mengingatkan pentingnya keseriusan dalam mengikuti acara.


*Langkah Awal Menuju Prestasi*

Sementara itu, Ketua Panitia FORTASI Nada, menjabarkan bahwa tahun ini kegiatan diikuti oleh total 81 peserta, yang terdiri dari 39 siswa laki-laki dan 42 siswa perempuan. Ia memaparkan bahwa fokus utama panitia adalah membantu peserta didik siap menghadapi pembelajaran, memahami tata tertib sekolah, serta merajut ukhuwah (persaudaraan) antar sesama siswa.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PR IPM SMP Muhammadiyah 2 Tarakan Gathan memberikan suntikan motivasi kepada para adik kelasnya. Ia berharap semangat kebersamaan di hari pertama ini terus menyala hingga masa sekolah berakhir.

“Besar harapan kami agar peserta tetap semangat. Jadikan FORTASI ini sebagai langkah awal untuk berprestasi, menyerap ilmu yang bermanfaat, dan kelak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta persyarikatan Muhammadiyah,” pesannya penuh semangat.


Melalui pendekatan yang humanis dan berfokus pada pembiasaan karakter, FORTASI SMP Muda Tarakan diharapkan sukses melampaui tujuan dasarnya. Bukan sekadar hafal letak ruang kelas, ke-81 siswa baru ini tengah dipersiapkan untuk menjadi individu yang percaya diri, berakhlak mulia, dan siap bersinar di ‘rumah kedua’ mereka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *